Hanya Harap Ku hitung mata kaki Ku pandang mata kaki Tak bisa diri ini ungkapkan hati Hantarkan kata lewat puisi Siapa tau syair ini bawamu cintaku Rindu,cinta,rasa ini menyatu menjadi satu Inginku kata mesra untukmu Tapi apa daya,..!!! Langkahku terhenti Oleh sebuah cahaya padam Aku Kagum Kepadamu Sungguh setiap hari yang ada do pikirnku hanya kau. Aku tak kenal kau Bahkan nama mu pun aku tak tahu. Hatiku gila ketika ku melihat kecantikanmu Aku bahagia Seperti orang stress Kau memang hebat Aku tak tahi apa yang aku tulis Benar adalah aku tak tahu Andai aku mempunyai suatu keajaiban aku cuman ingin melihatmu senyum ketika di dekapanku Kehangatanmu Terasa hangat dikala dirimu ada di sampingku Menebarkan pesona yang ada ke dalam hatiku Membuat aku tau akan artinya cinta Didalam jiwa yang gembira Dan di dalam cinta yang bergelombang Hanya kamu d hatiku selamanya... Hanya Lelap Kutulis lewat lagu Lagu tentang dirimu Berharap dikau akan kembali Dalam lelapku Hanya lewat bayang ini Ku berharap. Keindahan kan kembali datang Untuk menemaniku Mendampingiku Dalam lelapku Read more at: http://operatorku.blogspot.com/2012/07/puisi-cinta.html Copyright by operatorku.blogspot.com Terima kasih sudah menyebarluaskan aritkel ini

Iman kepada Allah Iman kepada Allah mengandung empat unsur (Syarah Ushul Iman, hlm. 13–22): Pertama: Mengimani Wujud Allah ta’ala. Wujud Allah telah dibuktikan oleh fitrah manusia, akal manusia, syariat, dan indra manusia. Bukti fitrah tentang wujud Allah. Secara fitrah, manusia telah mengakui adanya pencipta, pengatur, dan pemilik alam semesta ini. Tidak ada orang yang mengingkari hal ini selain orang ateis yang sombong. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Semua bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah (Islam). Ibu-bapaknyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Al-Bukhari, no. 1292) Bukti akal. Bahwa semua makhluk, yang terdahulu maupun yang akan datang, pasti ada yang menciptakan. Mereka tidak mungkin menciptakan diri mereka sendiri, dan tidak pula tercipta secara kebetulan. Allah ta’ala menyebutkan dalil akal tentang keberadaan Sang Pencipta dalam surat Ath-Thur, yang artinya, “Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?” (QS. Ath-Thur:35) Ketika Jubair bin Muth’im mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat ini, maka dia–yang tatkala itu masih musyrik–berkata, “Hatiku hampir saja terbang. Itulah permulaan menetapnya keimanan dalam hatiku.” (HR. Al-Bukhari, no. 4573) Bukti syariat. Bukti syariat tentang wujud Allah sangat banyak. Semua ayat Alquran yang berbicara tentang Allah dan segala sifat-Nya menunjukkan keberadaan Allah ta’ala. Bukti indrawi. Bukti indrawi tentang wujud Allah ta’ala dapat dibagi menjadi dua: Kita dapat mendengar dan menyaksikan terkabulnya doa orang-orang yang berdoa, serta pertolongan-Nya yang diberikan kepada orang-orang yang mendapatkan musibah. Hal ini menunjukkan secara pasti tentang wujud Allah ta’ala. Mukjizat para nabi dan rasul, yang dapat disaksikan atau didengar banyak orang. Ini merupakan bukti yang jelas tentang wujud Dzat yang memelihara para nabi tersebut, yaitu Allah ta’ala. Karena hal itu terjadi di luar kemampuan manusia, Allah melakukannya sebagai penguat dan penolong bagi para rasul.

e

Entri Populer

Diberdayakan oleh Blogger.

About the author

This is the area where you will put in information about who you are, your experience blogging, and what your blog is about. You aren't limited, however, to just putting a biography. You can put whatever you please.